Saturday, July 25, 2015
Ini 6 Fakta Menarik Mengenai Ciuman
Pada Selasa (6/7/2015), warga di seluruh dunia memperingati Hari Ciuman Internasional. Tahukah Anda sejak kapan Hari Ciuman Internasional ini dirayakan dan siapa yang memulainya? Inilah enam fakta menarik mengenai ciuman yang belum tentu Anda tahu:
1. Ciuman untuk Kesehatan Gigi
Hari Ciuman Internasional bermula di Inggris dan dirayakan setiap 6 Juli. Perayaan unik ini awalnya digagas oleh sebuah tim dokter gigi. Mereka mendorong orang-orang lebih menjaga kesehatan gigi. Para dokter gigi berharap dengan semakin orang ingin berciuman, mereka akan lebih peduli untuk merawat gigi. Kini kampanye ciuman itu sudah dirayakan di seluruh dunia. Bahkan Perserikatan Bangsa Bangsa sudah menetapkan Hari Ciuman Internasional ini sebagai hari libur.
2. Ciuman Membuat Bahagia
Caroline Pukall, profesor psikologi di Universitas Queen, Kanada, mengungkapkan, ciuman membuat orang jadi bahagia karena saat aktivitas itu dilakukan, tubuh melepaskan hormon oksitosin, epinefrine dan dopamin. "Hormon ini bisa menurunkan tekanan darah, meredakan ketegangan dan menenangkan. Bahkan juga bisa meredakan sakit kepala," ujarnya.
3. Ciuman Melibatkan 34 Otot Wajah
Gerakan tubuh saat berciuman pertamakali diketahui dari riset yang dilakukan oleh Elaine Sassoon, Annabelle Dytham, Robert Scully dan Prof. Gus McGrouther Rayne Institute, University College London. Dengan menggunakan alat scan khusus mereka melihat apa saja yang bergerak saat seseorang melakukan ciuman. Hasil scan menunjukkan, berciuman yang dalam seperti French Kiss membuat 34 otot wajah bergerak. "Bukan hanya menggunakan otot wajah, saat berciuman 112 otot postural juga ikut bergerak," ungkap Profesor McGrouther seperti dikutip Telegraph.
4. Wajah Serong ke Kanan Saat Berciuman
Psikolog Jerman Onur Gunturkun melakukan penelitian untuk melihat posisi seorang saat berciuman. Dari risetnya yang dipublikasikan di jurnal Nature diketahui, 2/3 atau 66 persen orang akan memiringkan kepala mereka ke kanan ketika berciuman. Kecenderungan ini dipercaya telah terbentuk ketika manusia masih berada dalam kandungan. Rata-rata kepala bayi miring ke kanan saat berada di perut ibunya.
5. Ciuman Memindahkan 80 Juta Bakteri
Studi di Belanda mengungkapkan bahwa satu ciuman selama 10 detik bisa memindahkan 80 juta bakteri antar pasangan. Namun jangan terburu berpikir negatif karena pertukaran bakteri tersebut tidak sepenuhnya berdampak buruk. Seperti dilansir Being Girl, di dalam saliva terdapat senyawa kimia yang bersifat anti-bakteri yang membunuh sebagian besar bakteri (terutama yang jahat) sebelum kuman disalurkan ketika berciuman.
6. Pria Bisa Lebih Produktif karena Ciuman
Pria yang mencium istrinya sebelum berangkat ke kantor, bisa hidup lima tahun lebih lama ketimbang yang tidak melakukan hal itu. Fakta tersebut diketahui dari riset yang dilakukan di Jerman pada tahun 80-an. Bukan hanya lebih panjang umur, mencium istri sebelum bekerja juga bisa membuat pria lebih produktif.
Para psikolog menganalisa, sebenarnya bukan ciuman itu sendiri yang mempengaruhi apakah seorang pria bisa menjadi lebih panjang umur atau produktif saat bekerja. Tapi lebih karena ciuman tersebut membuat seseorang memulai hari dengan perilaku positif sehingga terbawa sepanjang hari
sumber: Wolipop.detik.com
Friday, July 10, 2015
Tips Menjaga 'Keperkasaan' Pria Agar Tetap Prima
Sebenarnya, Anda tak perlu bersusah payah untuk memilih cara-cara yang mungkin dapat berakibat buruk untuk kesehatan. Pada dasarnya tubuh telah memiliki sistem sendiri yang dapat mengatur dan mengendalikan semua organ tubuh manusia.
Semua kembali bagaimana Anda mau menjaga dan terus memberikan asupan terbaik yang tubuh perlukan. Dan ini tips mudah agar Anda tetap bisa memberikan ‘pelayanan’ prima kepada pasangan:
Perhatikan asupan makanan
Makanan yang buruk untuk jantung pria, buruk juga untuk performa penis. Menu yang terdiri dari sedikit buah atau sayuran, tapi banyak mengandung lemak, gorengan, dan bahan makanan instan, akan menimbulkan efek buruk pada aliran darah di pembuluh darah koroner (jantung) termasuk yang menuju ke penis. Semakin tersendat aliran darahnya, makin lambat penis mencapai ereksi. Konsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan, plus lemak yang menyehatkan jantung seperti kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan.
Jaga berat badan
Obesitas akan membawa banyak masalah kesehatan yang akan mengganggu saraf-saraf di seluruh tubuh termasuk di area penis. Dan beberapa variasi posisi seks harus dihilangkan karena Anda atau si dia kegemukan. Belum lagi, panjang penis yang tertelan oleh daging di antara perut dan penis tentu kegiatan bercinta menjadi tidak maksimal.
Olahraga secara teratur
Mereka yang melakukan olahraga lari, berenang, ataupun olahraga aerobik lainnya lebih jarang terkena disfungsi ereksi. Tapi hati-hati dengan olahraga yang memberi tekanan berlebihan pada area perineum, area di antara skrotum dan anus. Ada beberapa kejadian bersepeda yang bisa menimbulkan disfungsi ereksi. Bersepeda dalam waktu tempuh pendek, dengan jarak di bawah 80 km, cukup aman dilakukan.
Hindari pemakaian steroid
Jenis obat ini kerap disalahgunakan oleh atlet dan body builder untuk mendapat otot lebih cepat dan lebih kuat. Padahal dapat membuat testis menyusut. Pada akhirnya, karena testis berhubungan dengan produksi hormon testosteron, maka kemampuan seksual Anda juga akan menurun.
Jauhi rokok
Merokok bisa merusak pembuluh darah, sehingga akan menganggu aliran darah menuju penis. Sementara itu, nikotin berpengaruh pada kontraksi di pembuluh darah yang pada akhirnya membuat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya. Saat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya, maka kekekuatan ereksi menjadi tidak optimal lagi.
sumber: sooperboy

